persamaan, tulisan.
kemarin, Ada yang tibatiba memberi tahu tentang tulisannya. Iya tulisan singkatnya dalam sebuah telfon genggamnya. Tulisan itu berisikan banyak sekali maunya, kesalnya atau keluhnya. Dia memberikan telfonnya padaku sembari tersenyum lebar dan menjelaskan setiap bait kalimat yang ia tulis disana. Aku tersenyum pula, ia tahu betul mana yang Akan di tunjukkan Dan membuat saya terkesan. Iya tulisannya indah, Dan sarat Akan menjadikannya seorang dokter yang Jadi penulis dalam kehidupannya.
"Rajin ya, banyak tulisan di memo hpmu. Sepertinya kesempatan di setiap waktu sibukmu Akan tetap disimpan selalu ya di telfonmu itu. Keren. Salut. Dan banyak! Banget! Bersambung, ayo cerita kan lagi! Gimana kalau kita bikin buku bareng"
---
"Ah, kamu tuh yang keren. Udah punya buku juga. Dan ternyata suka non fiksi basic science. Tulisanku di blog, Aku belum bisa tulis di blog gitu"
--
sarat wajahnya, Aku tak lupa sore itu setelah mengantarkan Surat di dalam kelasnya yang ramai. Iya 2011. terimakasih semoga tulisanku atau Aku bisa dinikmati banyak orang tp kita sama sama punya satu persamaan.
Kita bukan hanya ingin menulis Dan dibaca banyak orang tapi kita menulis dari hati Dan dari pemikiran yang terlalu padat dari rutinitas Dan hanya ingin dimengerti lewat tulisan yang di biarkan oleh kita untuk tidak dimengerti orang lain, itu sudah Lebih cukup membayar rutinitas yang menyiksa otak sampai dini hari tak tidur Karena terfikir sooca atau osce yang jika nilainya tak mencukupi Lebih dari setengah juta untuk membalasnya lain waktu. Separah itu, belum juga sakitnya. Iya ia mengingatkanku pada rutinitas yang harusnya dijalani saja, ingat kalau ingin menulis ya menulis lah. Berhenti belajar sejenak dikala bosan. Jangan lupa untuk bersapa lewat dunia maya. iya, terimakasih sudah memuji Dan mengingatkan untuk Aku Lebih tersenyum. Untuk Lebih menulis tentang yang Aku inginkan saja bukan yang lain. Uh semoga lancar setelah diskel terakhirnya kemarin. teh.
Komentar