nar...
“The moon is a loyal companion. It never leaves. It’s always there, watching, steadfast, knowing us in our light and dark moments, changing forever just as we do. Every day it’s a different version of itself. Sometimes weak and wan, sometimes strong and full of light. The moon understands what it means to be human. Uncertain. Alone. Cratered by imperfections.” ― Tahereh Mafi, Shatter Me
lunar itu bukan planet yang memiliki sinar sendiri, melainkan planet yang dikelilingi bintang agar ia bisa secerah malam. dan yang aku temukan disamping lunar adalah rasi bintang pisces. ya, rasi bintang itu. jaraknya dekat sedekat matahari pagi yang selalu bersinar untuk lunar. lunar adalah sebutan lain untuk bulan, berasal dari bahasa Latin Luna. Sebutan lainnya yang kurang umum adalah selenic, dari bahasa Yunani KunoSelene (Σελήνη), yang kemudian menjadi dasar penamaan selenografi. dan lunar punya ketertarikannya sendiri dalam diam dan malam,
kali ini tawanya masih sangat renyah.... masih masih sangat perhatian dan sangat tahu dimana seorang perempuan menjadi sangat istimewa...
aku sebut dia lunar, lunar yang terang walaupun bukan bintang. kenapa tak kau sebut ia matahari saja? bulan kan tidak bersinar sendiri ia perlu bintang untuk bersinar. jawabku, ia atau aku tak pernah sempurna dan tidak ada yang sesempurna penciptanya. namun suatu saat lunar itu akan menemukan bintangnya sendiri untuk tetap bersinar. dan pada saat itu lunar dikelilingi banyak bintang, iya tak sempurna tapi ia istimewa karena ia tahu dimana ia akan bersinar. nar, apapun yang membuat semuanya ini terasa benar, dan terasa takut. aku hanya berharap tak takut lagi. cukup. dan naar, rasanya kini tak ingin lagi berbalik atau tumbang ditengah jalan tapi kadang raguku atau ragumu pasti ada. ini bukan perjanjian memang, dan bukan sesuatu yang harus dipenuhi semua orang yang mendengarnya. tapi pada suatu saat kau akan cemburu atau sekedar kesal melihat sesuatu itu. naar, sampai detik ini rasanya bertambah untukmu, namun masih masih aku berfikir panjang. benarkah apa yang aku rasakan kembali ini? .menentang malam tanpa bimbang lagi demi satu bintang yang lelah bermimpi dan berbisik "selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku. cukup kau ada dan tak pergi lagi" wahai tuhan jangan bilang lagi itu terlalu tinggi.
dear lunar, karena cinta sesederhana itu. ketika kau pergi atau tak kembali bintang akan tetap menunggumu sampai kau mau bersinar kembali. tapi lunar suatu saat ketika bintang sudah malas bersinar untuk kesekian kalinya, jangan berharap bintang itu akan terang terus. dan lunar, kali ini saya bahagia sekali, ya sampai sedekat ini aku pernah merasakan hal yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. untukpelangiku yang sempat pudar (*)
Komentar