I adore you sir?

"hai, selamat tengah malam. Kali ini saya benar benar mengharapkan kehadiranmu. Benar benar Akan membuat keputusan untuk mengulang kembali. Bolehkah itu? tapi sepertinya hujan Lebih cepat datang daripada kau, Lebih cepat membuat basah daripada dirimu. sepertinya kau tak banyak berubah, tak banyak yang kau ubah untuk jadi kan Aku Lebih percaya padamu setelah sekian banyak kau sebut Aku Dan kau pergi begitu saja sembari meminta Aku untuk menjauh. kau percaya tentang kesempatan berikutnya setelah kesempatan kedua berakhir? . pilihlah yang kau tunjuk, bukan yang kau mau Dan kau harus berfikir panjang Namun meninggalkan luka. Pilih saja, tapi jika kau memilih Dan menetap, Aku tidak Akan lagi berdiri disini jika engkau membutuhkan Aku kembali, tidak akan"

kau sebut Aku apa Kali ini? jika Aku kini menyebutku dengan perempuan yang berdiri sembari menghitung kesempatannya yang terbuang. Aku bukan tipikal orang yg percaya tentang kesempatan kedua, yang Aku tahu kesempatan kedua bukan selalu jalan yang indah melainkan kesempatan yang Akan banyak berubah dari sebelumnya, contoh saja. benar kan?. tapi semenjak hari itu, hari yang sangat lama ketika Aku pertama Kali kuliah..... Aku enggan percaya kesempatan itu, tapi ia meyakinkanku untuk menerimanya kembali Dan membuat kesempatan kedua. aku pun tipikal orang yang tak pernah main, jika Aku sudah memilih rasa itu Akan terus Ada, pasti Ada. Aku kira tak Ada salahnya kesempatan kedua itu muncul diantara beribu dadu angka ganjil. sebenarnya siapa yang salah dengan kesempatan kedua?. Pikirku tak panjang, Aku Masih dengan ia, Pikirku. Tapi musim ketigaku salah, ia tak mau dengan kesempatan kedua. Aku semakim takut. Kenapa? Aku salah?. lalu setelah ini harus Ada kesempatan berikutnya? entah. Aku kadang takut, trauma, kesal, Kenapa harus Aku kembali? jangan wahai musim ketiga. setelah kau pahami itu, Aku tak mengerti. Lantai Kali ini Aku harus kembali bertemu dengan musim yang "datang, lalu ia kembali tak acuh Dan kembali membentakku keras sampai kau tak tahu harus berbuat apa" . kesal, sedih, Kenapa dengan kesempatan? tak banyak berubah. ill, dnegar Aku, seharusnya Aku mendengarkanmu. Diam saja disini, jangan me oleh padanya. Jangan biarkan ia menendangmu keras. Biarkan saja ia. Terbang. Jangan buat ia menangkapmu kembali. Jangan. Putuskan tali tambangnya. Bang jauh, pergi. Tapi Kali ini Aku tak bisa...karena cinta sesederhana itu, menunggu, datang, pergi, kecewa, lalu datang kembali. Hanya itu. Tapi tak Akan kembali seperti semula.

Komentar