setelah pencapaian berhasil...
*hujan sepertinya merindu, dia datang lagi tapi kali ini membawa petir*
langit siang menjelang sore ini mendung dan ternyata mereka menangis deras sampai tanah pun basah .
masih terdegar suara rintikan hujan yang datang perlahan dan suara gemuruh petir membuat siang sepi ini menjadi bertambah sepi ditemani baunya tanah. Tanah kesepian menunggu seseorang datang memberi kabar. Hujan datang bukannya memberi keindahan yang selalu ia inginkan tapi membawa sejuta renungan "kemana dan sedang apa?" bukan galau tapi khawatir, bukannya merasa sepi tapi aku tahu aku hanya ingin membuat sebuah perhatian :).
lebih tepatnya hari ini senin tanggal 17 oktober 2011
dimana pasti disetiap hari senin dipastikan seluruh sekolah di Indonesia tanpa terkecuali mengadakan upacara bendera seperti disekolah saat pagi itu.
pagi ini berbaris dibelakang petugas bukan sebagai pmr tapi sebagai salon pelantik mpk dan osis karena pagi itu saat dimana kami dilantik oleh kepala sekolah. Kali ini jadilah pengurus mpk yang resmi seresmi resminya jengjeng.
dan setelah upacara selesai pengumuman pun dimulai dengan beberapa patah kata dari sodara diatas menambah lamanya kami berdiri disana.
yang kedua, menaiki podium untuk menerima piala dan uang pembinaan hasil dari perlombaan kemarin di anyer (lagi) dan tuhan masih mau memberiku sedikit senyum kala itu dengan memberikan hadiah untuk 3 hari di Anyer dengan membawa piala juara 1 mengarang b.indonesia tingkat provinsi *impian banget
pagi itu pun masih sempat aku rasakan senyum di wajah, tawa di lidah dengan rasa bahagia :)
dan sore ini hujan turun.
masih ingat yang dilakukan ketika hujan selalu turun, memandanginya di balik kaca jendela kamar sambil membaca buku maupun mendengarkan musik. tapi kali ini beda dan sangat beda. hampir kegiatan itu kadang tidak pernah aku lakukan lagi dan lebih tepatnya "mengautis bersama hujan".
padahal hujan saat ini sedang turun dengan gerakan halusnya membuat irama riang menjadikan pendengar dan pecinta sejatinya melayang dengan bau tanah siang itu.
hujan kali ini berdendang riang melantunkan lagu kesepian saat rumah kosong dan hanya di temani suara tv yang menyala tanpa di tonton.
aku selalu rindu hujan dimana aku ternyata bisa menikmati hujan seperti dulu, diam tanpa sedikitpun sedih datang.
hujan kadang bawa riang dengan nyanyiannya tapi sore ini tidak.
tapi ketika hujan turun beberapa penat seolah turun dengan dibekali bau tanah.
rindu,
langit siang menjelang sore ini mendung dan ternyata mereka menangis deras sampai tanah pun basah .
masih terdegar suara rintikan hujan yang datang perlahan dan suara gemuruh petir membuat siang sepi ini menjadi bertambah sepi ditemani baunya tanah. Tanah kesepian menunggu seseorang datang memberi kabar. Hujan datang bukannya memberi keindahan yang selalu ia inginkan tapi membawa sejuta renungan "kemana dan sedang apa?" bukan galau tapi khawatir, bukannya merasa sepi tapi aku tahu aku hanya ingin membuat sebuah perhatian :).
lebih tepatnya hari ini senin tanggal 17 oktober 2011
dimana pasti disetiap hari senin dipastikan seluruh sekolah di Indonesia tanpa terkecuali mengadakan upacara bendera seperti disekolah saat pagi itu.
pagi ini berbaris dibelakang petugas bukan sebagai pmr tapi sebagai salon pelantik mpk dan osis karena pagi itu saat dimana kami dilantik oleh kepala sekolah. Kali ini jadilah pengurus mpk yang resmi seresmi resminya jengjeng.
dan setelah upacara selesai pengumuman pun dimulai dengan beberapa patah kata dari sodara diatas menambah lamanya kami berdiri disana.
yang kedua, menaiki podium untuk menerima piala dan uang pembinaan hasil dari perlombaan kemarin di anyer (lagi) dan tuhan masih mau memberiku sedikit senyum kala itu dengan memberikan hadiah untuk 3 hari di Anyer dengan membawa piala juara 1 mengarang b.indonesia tingkat provinsi *impian banget
pagi itu pun masih sempat aku rasakan senyum di wajah, tawa di lidah dengan rasa bahagia :)
dan sore ini hujan turun.
masih ingat yang dilakukan ketika hujan selalu turun, memandanginya di balik kaca jendela kamar sambil membaca buku maupun mendengarkan musik. tapi kali ini beda dan sangat beda. hampir kegiatan itu kadang tidak pernah aku lakukan lagi dan lebih tepatnya "mengautis bersama hujan".
padahal hujan saat ini sedang turun dengan gerakan halusnya membuat irama riang menjadikan pendengar dan pecinta sejatinya melayang dengan bau tanah siang itu.
hujan kali ini berdendang riang melantunkan lagu kesepian saat rumah kosong dan hanya di temani suara tv yang menyala tanpa di tonton.
aku selalu rindu hujan dimana aku ternyata bisa menikmati hujan seperti dulu, diam tanpa sedikitpun sedih datang.
hujan kadang bawa riang dengan nyanyiannya tapi sore ini tidak.
tapi ketika hujan turun beberapa penat seolah turun dengan dibekali bau tanah.
rindu,
Komentar