aku juduli tulisan ini dengan : berkicau bukan karena takut melainkan memberitahu

"judulnya kali ini ternyata harus bertepatan dengan tanggal tunggal pertama di awal bulan. ah . sudah lama saya ingin membahas tulisan ini. tapi aku pendam lama sekali, karena intinya hanya satu, menyudutkan kalian dan berusaha mengumbar kejelekan yang aku lihat pada kalian. tapi ketika suatu hari yang harusnya aku diam. kalian memilih untuk berjalan sendiri dan berkata kasar. menyebabkan kalian tidak lagi berfikir mengatakannya, membuka aib. tdan kalian tak malu-malu lagi menyebutkan apa adanya. HEBATKAH KALIAN?. aku pandang kali ini kalian menjadi manusia yang sembarang, bukan saja karena tinggah dan gaya bahasa tapi kalian berusaha menganggap orang tak ada. dasar manusia. aku pun selalu beristigfar ketika harus mengucap tulisan ini. takut, malu, sakit. malu takut suatu ketika orang membaca tulisanku dan berfikir aneh. kalian tak cukup memahami isi tulisanku. dan akhirnya aku marah, murka dengan sifat kalian. maaf jika aku mengumbar dan berkicau, maaf karena aku seperti anak kecil yang minta untuk diperhatikan, dan maaf karena aku harus mengumbar apapun yang aku fikirkan dimanapun. tapi kali ini aku sudah kesal dengan apa yang harus aku terima dan dengar. tapi ingat satu hal wahai kalian manusia. aku diajarkan dengan bahasa, dan aku yakin Tuhan tidak pernah pergi dari kita. dan hari itu ketahuilah, apa yang harusnya pergi dan apa yang seharusnya ada. dan aku sudah percaya. dan lihat saja nanti. peri kaliankah yang akan menang atau perikulah yang akan menusuk kalian jauh dari angan. dan aku mencintai hidupku karena Allah"

pertanyakanlah kalian, sudahkah benar dengan bendaharaan kalian? aku saja masih takut, aku hanya manusia yang memiliki segudang dosa, maka dari itu aku mengakui. tapi bukan untuk kalah kepada kalian :)

dan kenapa aku bisa berkata seperti ini? dulu dari dulu sekali aku menjadi orang yang selalu kalah dalam hidup dalam permainan dan dalam kasih mungkin. aku sudah tahu rasanya jatuh, bangkit, mengais kembali, mengelem kembali, atau harus merasakan tangis yang dahsyat ketika mereka tidak pernah memihakmu. tapi aku hanya kalah dalam hidup, aku tidak mau kalah dalam takdir dan tidak mau kalah dalam otakku. ketahuilah wahai kalian, aku tahu rasanya jatuh berkalikali dan kali ini aku sudah lebih dahulu menjauh dan melangkah, tapi kalian sendiri yang membua semuanya aneh. aku hanya ingin perlihatkan kepada kalian. ada wajah yang tak pernah baru akan muncul dalam segenap otak kalian dan berusaha untuk mengejar. karena aku tidak diam, aku mengejar takdirku berdampingan dengan mimpi. haruskah kali ini aku bagi pada kalian? biarkanlah kalian tahu dengan cara membaca tulisanku :) selamat malam kalian para penulis handal yang meminta akhirannya untuk lawan peranmu dijatuhkan.

Komentar