"si" perindu hujan (part 1)
"kalau hidup bisa kita percepat kedatangannya, aku pastikan hujan itu akan selalu datang. wahai musim keduaku aku masih berencana menunggumu disini. sampai pada akhirnya aku mampu mendapatkan musim-musimku yang berceceran. dan kali ini kau datang kembali membawa semua rindu yang hilang dibawa air hujan, entah kemana. ombak itu pertanda ketika aku hanya dapatkan sebatas tirus pipinya atau lengkungan senyumnya, itu pun terbatas"
cerita ini akhirnya tiba, ketika ombak berbagai macam warna yang memeluk pantaimu erat. sore tadi aku bertemu dia yang berdiri diujung pantai sambil berusaha menghanyutkan sebuah botol dengan secarik kertas berwarna coklat didalamnya. kami akhirnya saling menyapa dan bercerita singkat sampai senja meniadakan terang. Narra adalah seorang penikmat senja yang sudah lama aku kenal dan kami sudah lama berteman. ya hanya bereman. tapi hari itu kami dipisahkan oleh hujan. hujan yang memaksa kami untuk berlari kencang menjauhi pantai. dan hujan menyeretku untuk mundur dan berlari. ketika itu hujan memang sangat lebat. semenjak hari itu aku tak pernah melihatnya lagi, Narra. seisi rumahnya kosong dan tidak berbekas sedikit pun. tak maukah dia menemuiku lagi? tak maukah dia berpamitan sebelum pergi? hujan itu atau pantaimu ah~
(cerita bersambung diantara ribuan senja, tunggu cerita selanjutnya sampai sesuatu yang ada diantara hujan dan pantai) happy reading!
cerita ini akhirnya tiba, ketika ombak berbagai macam warna yang memeluk pantaimu erat. sore tadi aku bertemu dia yang berdiri diujung pantai sambil berusaha menghanyutkan sebuah botol dengan secarik kertas berwarna coklat didalamnya. kami akhirnya saling menyapa dan bercerita singkat sampai senja meniadakan terang. Narra adalah seorang penikmat senja yang sudah lama aku kenal dan kami sudah lama berteman. ya hanya bereman. tapi hari itu kami dipisahkan oleh hujan. hujan yang memaksa kami untuk berlari kencang menjauhi pantai. dan hujan menyeretku untuk mundur dan berlari. ketika itu hujan memang sangat lebat. semenjak hari itu aku tak pernah melihatnya lagi, Narra. seisi rumahnya kosong dan tidak berbekas sedikit pun. tak maukah dia menemuiku lagi? tak maukah dia berpamitan sebelum pergi? hujan itu atau pantaimu ah~
(cerita bersambung diantara ribuan senja, tunggu cerita selanjutnya sampai sesuatu yang ada diantara hujan dan pantai) happy reading!
Komentar