if brain too full

"kita adalah apa yang kita fikirkan"

banyak tulisan dan kalimat yang gak kita dengar tapi pada dasarnya setiap manusia punya hati. ini kalimat yang aku tulis dalam buku coklat diantara seisi ribut. ini cerita yang aku tulis dalam setiap waktunya ketika akalku sudah tak sanggup lagi untuk menampung semua ideide. ketika lamunan buyar lalu aku pergi meninggalkan bangku kosong itu, dengan tulisan kecil didalam kertas buram didalamnya. lalu inilah bait-bait yang kutulis mungil. percayalah semua ini hanya perlu kita rasakan.
---mimpi itu sama kaya cahaya matahari yang tidak kontinu tapi berbentuk foton atau kuanta. bentuknya satuan tapi tidak putus-putus, menyatu dan memancar. banyak---

---semua gaada yang instan, buktinya mi yang sering kita makan memakai merk "MIEINSTAN" dalam penyajiannya tetap saja harus di masak terlebih dahulu. lalu bisa dimakan---

---preaksi itu ada ketika kita tidak memiliki kesempatan. reaksi yang kadang ditimbulkan kadang berbeda jauh dari yang pertama. tapi reaksi itu kadang-kadang harus melihat orang lain terlebih dahulu, bahwa akhirnya reaksi itu akan terwujud setelah pereaksi pertama---

dan akhirnya rindu ini jatuh begitu saja pada mimpi. hai untuk pembaca setia blog ini. andai saja kau berbuat pelan dan tak menyisakan kalimat. aku tak pernah semengerti ini padamu. aku tahu matamu karena aku pahami seisi yang engkau pakai dulu, kini kau berubah.



Komentar