after final exam
*masih dikepala baru saja kemarin iya kemarin aku melihat dan merasakan sesuatu yang membuat hidupku berubah dan saya mulai hari itu harus menata kembali puing kekecewaan kembali kepada yang benar. dan memulihkan kembali kejayaan yang harusnya milikku*
cerita ini berawal dari hari perpisahan dan penglepasan kelas 12 tahun kemarin tahun kaka kelas dan gue jadi panitia di hari itu full, panitia seksi dokumentasi merangkap-rangkap. judul acara hari itu adalah "perpisahan" mari garis dan pertebal kalimat tadi. acara itu berlangsung sampai jam 5 sore (karena panitia beres-beres). acara hari itu hujan deras dan akhirnya gue bersedia menjajakan payung haha menjadi ojek payung. re : mayungin yang mau wisudaan naik ke podium. alhasil baju sama almamater gue plus kerudung kebrek huaa tapi gabawa baju. hari itu sih berjalan lancar-lancar aja gaada tanda-tanda mengecewakan tapi setelah acara selesai gue cuma bisa diem di ruang osis kecapean sendiri, alhasil tiduran bareng bella. capelah namanya panitia dari osis, ujan-ujanan, beres-beres pula. gue harap setelah hari itu selesai, gue pengen banget cerita sama dia iya dia yang harusnya ngasih gue support. gue cuma lagi butuh temen buat ngedengerin peluh gue seharian cape seharian kerj. dan di sore itu gue pengen nangis sama cerita banyak sama dia. alhasil gue sms dan mendapat balasan yang seadanya. gue cuma bisa diem dan senyum-senyum sendiri lalu foto-foto. tapi sms terus berdatangan tapi isinya bikin gue tambah layu tambah kesel. padahal gue pengen cerita sama dia kalo gue lagi cape lagi butuh orang yang mau dengerin gue cerita panjang lebar. acara perpisahan ini berlangsung hari sabtu (lupa tanggalnya) dan hari seninnya adalah ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP iya ulangan penentuan naik kelas ke kelas 12 dan frekuensi nilai untuk smptn undangan. gue sadar dan gue biasa aja, karena inilah resiko anak osis yang banyak acara. jadi gue siap-siap aja dan gue udah bisa buktiin sebelumnya bahwa apapun caranya nilai harus tetep diatas. tapi kali ini sepertinya tidak.
makin penat dan juga makin sore, hebat. akhirnya gue cuma terima sms yang isinya bikin gue diem lama. "Kamu terlalu baik buat aku, kayaknya kita udahan aja. jaga diri kamu baik-baik ya" pesan singkat itu masuk tanpa bunyi atau getar apapun, pesan itu tiba tanpa tanda, tanpa ucapan selamat tinggal langsung atau telefon masuk dengan suara sayup, terjadi pertemuan pun tidak. air mata yang aku bendung sejak tadi pagi pun akhirnya pecah, akhirnya bercucuran tanpa akhir yang jelas tanpa kenangan yang dibuat seperti pertemuan pertama dulu. sayangnya perpisahan ini terjadi di sekolah tempat pertama kali kita bertemu dan perpisahan ini terjadi setelah acara graduation "pepisahan" usai. perpisahan ini berlangsung sore hari ditemani matahari yang mulai padam dan isak tangis yang sudah tidak bisa berbicara. perpisahan itu terjadi untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan memendam sakit. sebaik apakah aku sehingga aku dibuatnya sakit? diberi nama "terlalu baik"? . kau mengucap perpisahan lewat pesan singkat ketika kamu sedang berada di sekeliling teman-temanmu sambil tertawa dan menikmati hidangan makan malam, hebat. lalu kau biarkan aku yang pernah kau panggil sayang ini, sendirian, dibawah sore yang mulai menghitam dengan air mata yang tajam, dengan hati yang mulai resah, ditemani rasa lelah akibat acara seharian penuh. HEBAT . terimakasih atas perlakuan itu, sangat manis sangat indah dan hebat .
perpisahan itu berlangsung cepat. berlangsung hebat. berlangsung dengan sakit hati yang paling hebat. dan akhirnya aku bisa membenci kata "graduation" entah nanti untuk hari perpisahanku setelah lulus. entah untuk hari-hari berikutnya. karen perpisahan ini terjadi begitu hebat sampai saat aku menuliskan cerita ini dadaku memacu cepat dan menahan tangis. ya dan akhirnya nilaiku terjun bebas dan melayang. dan akhirnya aku harus menata ulang kejayaanku dulu. dan harusnya setiap kamu mengerti, ada waktu yang tepat untuk membicarakan ini. tapi kamu membuat cerita ini dengan waktu dan hari yang salah. akhirnyha aku membenci ketika seseorang (lagi) memberi perpisahan dengan mengucap "KAMU TERLALU BAIK BUAT AKU, AKU SAYANG KAMU" dan tolong kalimat itu mengandung arti lebih bukan sekedar kebohongan, itu sakit. sangat sakit. berbeda tapi kita berbuat diam.
akhirnya aku berlari kuat, menangis kencang ditengah hamparan. berbicara sendiri. mengurai air mata. diam. lalu pulang dengan hampa ditemani matahari yang tak lagi sama.
cerita ini berawal dari hari perpisahan dan penglepasan kelas 12 tahun kemarin tahun kaka kelas dan gue jadi panitia di hari itu full, panitia seksi dokumentasi merangkap-rangkap. judul acara hari itu adalah "perpisahan" mari garis dan pertebal kalimat tadi. acara itu berlangsung sampai jam 5 sore (karena panitia beres-beres). acara hari itu hujan deras dan akhirnya gue bersedia menjajakan payung haha menjadi ojek payung. re : mayungin yang mau wisudaan naik ke podium. alhasil baju sama almamater gue plus kerudung kebrek huaa tapi gabawa baju. hari itu sih berjalan lancar-lancar aja gaada tanda-tanda mengecewakan tapi setelah acara selesai gue cuma bisa diem di ruang osis kecapean sendiri, alhasil tiduran bareng bella. capelah namanya panitia dari osis, ujan-ujanan, beres-beres pula. gue harap setelah hari itu selesai, gue pengen banget cerita sama dia iya dia yang harusnya ngasih gue support. gue cuma lagi butuh temen buat ngedengerin peluh gue seharian cape seharian kerj. dan di sore itu gue pengen nangis sama cerita banyak sama dia. alhasil gue sms dan mendapat balasan yang seadanya. gue cuma bisa diem dan senyum-senyum sendiri lalu foto-foto. tapi sms terus berdatangan tapi isinya bikin gue tambah layu tambah kesel. padahal gue pengen cerita sama dia kalo gue lagi cape lagi butuh orang yang mau dengerin gue cerita panjang lebar. acara perpisahan ini berlangsung hari sabtu (lupa tanggalnya) dan hari seninnya adalah ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP iya ulangan penentuan naik kelas ke kelas 12 dan frekuensi nilai untuk smptn undangan. gue sadar dan gue biasa aja, karena inilah resiko anak osis yang banyak acara. jadi gue siap-siap aja dan gue udah bisa buktiin sebelumnya bahwa apapun caranya nilai harus tetep diatas. tapi kali ini sepertinya tidak.
makin penat dan juga makin sore, hebat. akhirnya gue cuma terima sms yang isinya bikin gue diem lama. "Kamu terlalu baik buat aku, kayaknya kita udahan aja. jaga diri kamu baik-baik ya" pesan singkat itu masuk tanpa bunyi atau getar apapun, pesan itu tiba tanpa tanda, tanpa ucapan selamat tinggal langsung atau telefon masuk dengan suara sayup, terjadi pertemuan pun tidak. air mata yang aku bendung sejak tadi pagi pun akhirnya pecah, akhirnya bercucuran tanpa akhir yang jelas tanpa kenangan yang dibuat seperti pertemuan pertama dulu. sayangnya perpisahan ini terjadi di sekolah tempat pertama kali kita bertemu dan perpisahan ini terjadi setelah acara graduation "pepisahan" usai. perpisahan ini berlangsung sore hari ditemani matahari yang mulai padam dan isak tangis yang sudah tidak bisa berbicara. perpisahan itu terjadi untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan memendam sakit. sebaik apakah aku sehingga aku dibuatnya sakit? diberi nama "terlalu baik"? . kau mengucap perpisahan lewat pesan singkat ketika kamu sedang berada di sekeliling teman-temanmu sambil tertawa dan menikmati hidangan makan malam, hebat. lalu kau biarkan aku yang pernah kau panggil sayang ini, sendirian, dibawah sore yang mulai menghitam dengan air mata yang tajam, dengan hati yang mulai resah, ditemani rasa lelah akibat acara seharian penuh. HEBAT . terimakasih atas perlakuan itu, sangat manis sangat indah dan hebat .
perpisahan itu berlangsung cepat. berlangsung hebat. berlangsung dengan sakit hati yang paling hebat. dan akhirnya aku bisa membenci kata "graduation" entah nanti untuk hari perpisahanku setelah lulus. entah untuk hari-hari berikutnya. karen perpisahan ini terjadi begitu hebat sampai saat aku menuliskan cerita ini dadaku memacu cepat dan menahan tangis. ya dan akhirnya nilaiku terjun bebas dan melayang. dan akhirnya aku harus menata ulang kejayaanku dulu. dan harusnya setiap kamu mengerti, ada waktu yang tepat untuk membicarakan ini. tapi kamu membuat cerita ini dengan waktu dan hari yang salah. akhirnyha aku membenci ketika seseorang (lagi) memberi perpisahan dengan mengucap "KAMU TERLALU BAIK BUAT AKU, AKU SAYANG KAMU" dan tolong kalimat itu mengandung arti lebih bukan sekedar kebohongan, itu sakit. sangat sakit. berbeda tapi kita berbuat diam.
akhirnya aku berlari kuat, menangis kencang ditengah hamparan. berbicara sendiri. mengurai air mata. diam. lalu pulang dengan hampa ditemani matahari yang tak lagi sama.
Komentar