firstly till the end


"kau dulu yang pertama kali berjanji dengan jari kelingkingmu . kau yangmembuat awalan pertama lalu aku mengikuti setiap syairmu setiap nyanyain hatimu . dan aku memutuskan untuk setia pada ombakmu dan aku menjadi pantai tempat ombakmu akan berlabuh . kau yang menyeret setiap langkahku kepada setiap lagu manismu dan kau juga yang menyiksa ingatanku kepada hal manis yang pernah dilakukan . tapi tuhan berkata lain . bukan karena kamu memang hanya nyata tapi entahlah jawabannya masih bergantungan di langit bersama bayanganmu yang tak pernah padam di benakku . lalu setia bergeming seakan jiwa dan rohku terpanggil untuk tidak diam ditempat dan terus memikirkan setiap kenangan . ingat kenangan bukan sesosok manusia yang pernah sedikit menangis di depanku . dulu aku begitu terpesona dengan setiap langkah bintang dan aku mulai mencintai langit beserta isinya padahal dulu aku sangat mencintai matahari pagi tapi kini langit mulai marah dan memejamkan matanya sepanjang pagi . kamu menutup setiap pintu dan jiwamu . entah ada apa dan kenapa . karena jawabmu hanya menggantung kala itu . buliran air di wajahku buyar setelah kepenatan hari itu . kenapa disaat yang tidak tepat ? disaat aku sedang ingin bercerita tentang hariku? . dan pertanyaannya adalah kenapa dengan takdir yang berjalan sebegitu cepatnya? sebegitu cepatnyakah kamu pergi dan lupa? andai saja aku bisa secerah dan seindah pelangi-pelangimu dulu mungkin kamu selalu cinta tapi aku berbeda dengan mereka . dan pada saatnya ada yang berpura-pura . tapi aku tidak akan pernah berhenti berpura-pura bahwa aku telah melupakan setiap kejadian selama itu"

karena semua ini cukup sederhana.

Komentar

Nadi Raksan mengatakan…
bisa kali semok followback blog gue :')