faith


Kenapa tidak kau bicara tentang harimu tentang setiap kisahmu tentang setiap peluhmu . atau tentang setiap makna dalam setiap status-statusmu setiap makna dalam kehilanganmu yang berhari-hari lamanya tanpa pernah aku tahu penyebabnya . bisakah aku menjadi seorang perempuan penikmat ceritamu ? menjadi perempuan yang tersenyum lirih ketika setiap senyumnya datang ? menjadi perempuan seutuhnya sebagai penerima senyummu ? .  tidakkah kamu sadari yang sesungguhnya disini ? . dengan bahasa tubuh dan setiap pesan yang kukirimpun belum cukup untuk memaknai setiap lirih dan setiap peluh ketika setiap hari diisi dengan kehilangan, semangat . tak cukupkah aku seperti mereka ? perempuan-perempuan sempurna yang berada diluar sana ? dengan segudang ketertarikannya . bukan aku bukan . karena bukan seperti inilah yang semua orang ingin, bukan . pernahkah kamu untukmencoba ingin mendengarkan hari indah atau hari burukku ? sebenarnya aku ingin bercerita semua dan lengkap tapi? Aku tak mendapatkan balasan lagi setelah pesan pertama dan terus begitu dan selalu begitu berhari-hari dengan setiap pesan singkat yang memang tak begitu penting . aku sudah mulai terbiasa . dengan alasan yang biasa . dan memang seperti itu . benarkah ? .

Otak mulai berputas dan berfikir keras kebelakang memutar setiap kenangan dan setiap rekaman suara itu . foto-foto setiap tingkahmu yang lama sekali lama . sampai genggaman tanganmu masih tersimpan erat disini . atau setiap gerakmu yang memandang dengan senyum . atau setiap gerakanmu yang membuat aku sendiri merasa sangat nyaman menghabiskan seharian bersama .  aku berfikir dan menciptakan khayalan dulu dan memposisikan aku sendiri sedang bersamamu saat ini . walaupun disampingku tak ada sama sekali . aku menciptakan kamu dalam khayal, mengajakmu bercanda, tersenyum, aku bercerita banyak, aku memegang tanganmu erat, aku mendapatkan gerakan halusmu, dan yang aku dapatkan kamu tetap tidak ingin bercerita atau sekedar berbagi kisah sehari-harimu padahal ia khayal . apalagi nyata . ternyata sama saja . senyum ini memang biasa menutupi setiap langkah basi dan langkah culun . tawa ini hanya batas untuk melihatkan bahwa aku benar-benar sudah lupa padahal tidak pernah sama sekali . karena sampai hari ini aku masih berpura-pura . tidakkah aku harus datang menemui setiap pinta ? . apakah kau yang disana sama berfikir seperti aku hari ini detik ini ? . apakah kau yang disana masih ingin peduli dan mendengar kabarku ? sebaliknya aku begitu . hallo dewasa J ini sudah biasa ya? Aku kadang mulai berfikir negative dan mulai memutar setiap rekaman suaramu yang masih ada sampai hari ini atau foto-fotomu yang abadi senyumnya . sudah berhari-hari dan sangat lama . bertahan . mungkin . tidak seperti mereka yang lain . aku harap pedulimu benar dan nyata lagi . miss ya Sirius . aku hanya merasa lama sekali aku sendiri tak mendengar suara bahkan senyummu seperti dulu . bercerita semuanya karena itu aku merasa menjadi perempuan seutuhnya :) aah sebenernya lumayan kangen dipanggil bawel haha :) takecare

Komentar