short story - Aku Cinta Kamu KA !
Namanya Raka, postur tubuhnya yang gendut dan agak pendek mirip doraemon seperti yang ada di dalam kartun. Sifatnya yang kocak dan royal membuat seisi sekolah suka padanya. Juga kulitnya yang putih membuat ia tampak lebih manis dibandingkan laki-laki lain di sekolah. Siapa sih yang engga suka padanya ?.
“Dith!”
“Eh..yaa ?” membubarkan lamunanku sejak tadi.
“Ngelamun aja sih lo ! ke kantin yuk !” sapa Lena sambil menarik tanganku menuju ke kantin.
Sesampainya di kantin kami memutuskan memesan dua piring ketoprak buatan Mak Ijah, sepiring gorengan Mbah Unu dan segelas teh hangat. Beginilah setiap harinya kami selalu makan ketoprak dan gorengan ditemani segelas besar teh hangat. Memang terlihat rakus walaupun Lena terbilang kurus tapi kalo soal makanan pasti Lena yang menang.
“Lagi ada masalah ya tha?” Tanya Lena sampil menatapku tajam.
“Ehh .. engga ko”
“Tuhkan ngelamun lagi! Cerita dong tha!”
“Kamu tahu anak kelas duabelas yang kaya doraemon itu kan ?”
“Siapa ? ka Raka ?”
“Iya”
“Kenapa sama dia ?”
“Aku sekarang suka ngelamunin dia mulu Len”
“Wah! Jangan-jangan kamuuu … “
“Jangan-jangan apa sih ?”
“Kamu jatuh cinta sama dia! Hahha” Jawab Lena sambil tertawa terbahak-bahak.
“Ihh..eeengga sok tahu kamu Len!”
“Tuh kan, pipimu memerah!” Tawa Leni sambil menghabiskan sisa gorengan.
Semenjak percakapan tadi di kantin kali ini aku benar-benar merasa ada yang tidak beres di hatiku. Sekarang aku suka memikirkan dia memandangnya dari jauh maupun mencari tentang informasinya dan seputar kegiatannya. Ya, aku memang belum pernah jatuh cinta maupun pacaran tapi entah mengapa rasa suka ini berbeda dari biasanya. Karena aku yang belum berpengalaman tentang cinta-cintaan aku merasa tempat curhat yang enak ya Lena! Dia sudah banyak sekali pengalamannya sampai-sampai dia kini memiliki sepuluh mantan pacar! Haha.
****
Pandanganku tertuju pada seseorang yang sedang duduk di bawah pohon palem depan ruang guru. Terlukis senyum yang tulus dari wajahnya yang sedang bercengkrama dengan teman-temannya. Ya, ka Raka memang terbilang akrab dengan orang dan ia selalu asik di ajak ngobrol. Pandanganku tidak berubah sama sekali hanya tertuju pada seorang laki-laki di bawah pohon itu. Ketika aku melihatnya selalu ada angin yang berhembus dan mendesirkan lantunan lagu yang selalu aku dengar setiap sore “Dengarkan curhatku tentang dirinya betapa manisnya senyum bibirnya”.
Oh, bisik angin bawa aku kedalam hatinya.
Suara bel yang keras memecahkan lamunanku sedari tadi. Tanpa sadar dia memperhatikan aku yang sedari tadi memandangnya dalam. MAMPUS! Ketangkap basah deh. Akupun langsung berlari terbirit-birit menuju ruang kelas sambil menutupi muka yang mulai memerah.
****
“Tha!” teriak Lena kencang.
“Iya ada apa Len?”
“Noh, ka Raka nungguin kamu di depan gerbang sekolah”
“Hah ? becanda ah “
“Sumpah! Gih buruan keburu pergi orangnya. Asiik ketemuan nih maksudnya? Hha”
“Ah Len jangan ngeboongin gue deh ! keringet dingin nih”
“Suerrr ! buruan sana, kesempatan Tha!”
Tangan yang mulai basah dan keringat yang saling berlomba untuk berjatuhan di sekujur tubuh. Rasa cemas dan panik campur aduk menjadi satu. Ah, berdoa dulu supaya pas ketemu engga nerfest apalagi salah tingkah kalo gitu caranya fatal banget keliatan banget groginya. Akupun berjalan sambil komat-kamit membaca doa agar selamat sampai di depan gerbang.
All is well !
“Ka maaf tadi manggil aku?”
“Eh, iya pulang bareng yuk!”
“Hah ? eh ma ma maaf, ada apa ini ka? Engga biasanya”
“Hah ? haha aneh ya lagi pengen ngajak orang pulang bareng aja, engga boleh ya?
“Mmm..bo bo booleh ko ka. Mau pulang sekarang ka?”
“Engga! tahun depan aja! Haha” tawa Raka terbahak-bahak.
Entah ada keajaiban apa ka Raka mengajakku pulang bersama hari ini. Akupun tak pernah melihat ka Raka pulang bersama dengan seorang perempuan mungkin aku yang pertama. Oh, dan entah bagaimana perasaanku yang campur aduk seperti es teller yang di isi rasa kecemasan, kesenangan, rasa grogi dan rasa jatuh cinta yang bercampur menjadi satu lalu siap untuk dihidangkan di hatinya. Di dalam perjalanan kami berdua berbincang-bincang membicarakan aku yang sedari tadi memandang dia dengan tatapan tajam. Mulai dari percakapan itu kami mulai saling mengenal lebih dekat satu-sama lain mulai dari perilaku sampai makanan kesukaanpun aku tahu. Di perjalanan pulang ka Raka selalu membuat aku tertawa dan salah tingkah, kadang ia juga suka mengombal yang selalu membuatku tertawa terbahak-bahak. Ka Raka yang orangnya asik di ajak ngobrol itu akhirnya bisa mengantarkanku sampai dirumah tanpa sebab yang jelas.
“Eh, Tha! Aku boleh minta nomor hape ka kamu ?”
“Oh, i iia bo bo boleh ka”
“Istirahat yang cukup yaa! Jangan lupa makan! Aku pulang duluan ya Tha”
“Ehh. ia ka hati-hati”
Oh, Tuhan ada keajaiban apa ini ? aku yang selalu memandang ka Raka di balik pohon sekarang bisa tertawa dan pulang bersamanya ? oh, indahnya siang itu. Akan aku ukir kisah termanis yang pernah aku alami selama hidupku ini. Akan aku ukir di hati sampai ka Raka mengerti hatiku selama ini. Sudah lama sekali semenjak aku kenal dia lewat sebuah sanggar suara dan kini aku melihatnya berbeda bukan sebatas kakak kelas namun rasa suka yang belum juga padam. Dan ternyata fakta yang aku lihat sendiri bahwa ka Raka adalah orang yang paling asik dan perhatian di dunia ini yang aku kenal.
****
Asalamualaikum, ditha ? ini aku Raka udah tidur ya ?.
Sms itu masuk ke inbox hapeku. Membangunkanku dalam lamunan. Senyum simpulku saat membacanya. Ternyata ka Raka mengirimiku sms. Aku segera menekan tuts “replay”.
Waalaikumsalam ka, iya ada apa ka ? belom tidur nih masih banyak tugas. Kaka udah tidur yak ?
Tak lama dia membalas.
Belom nih lagi pengen smsan. Kamu udah mamam? Oia ada yang marah gak nih aku sms kamu?
Udah dong, kaka udah?, tenang aja ko ka aman engga ada yang marah haha.
Ia membalas
Udah aku juga :) Asiikk, boleh aku bilang sesuatu hey? Tapi jangan kanget ya!
Selesai aku membaca SMS-nya, SMS susulan datang lagi.
Aku udah lama banget suka sama kamu hey! Boleh aku jadi pacar kamu ?
Ya, Tuhan mimpi apa aku tadi siang. Ini semua seolah mimpi yang menjadi kenyataan. Baru saja aku di antar pulang lalu SMS-an sekarang? Ka Raka menembakku? Ohh, inikah yang dinamakan keajaiban cinta?. Aku semakin tidak percaya.
Are you kidding, ka ?
Aku deg-degan menunggu SMS balasannya.
Aku sudah lama suka sama kamu tapi aku malu untuk berbicara langsung. Bolehkah? Are you love me Tha?
Sebelum aku membalas SMS-nya dengan jawaban yang pastinya “YA” aku bercerita tentang semua kejadian tadi siang dan malam ini kepada Lena sahabatku. Kepalaku mulai pusing memikirkannya. Menimbang beberapa hal. Pertimbangan pertama, orang yang selama ini aku kagumi ternyata menyukaiku juga. Mudah rasanya membuka hati ini untuknya.
Aku mulai menyusun kalimat SMS terbaik untuk ku kirim padanya.
Iya ka, boleh. Ka Raka makasih ya udah bikin aku seneng hari ini :) .
Selesai juga kata-kata yang rasanya gombal banget kalau dikirim. Dengan pedenya aku tekan tombol tuts “SEND”. Upss, tak lama muncul di layar hapeku “sending failed”. MAMPUS jangan-jangan pulsanya habis ! siall. Lalu aku mencoba menekan *385# sisa pulsa yang aku miliki hanya Rp.50,- SIAL banget!.
“Ya Tuhan, apa lagi yang engkau sembunyikan? Aku hanya ingin memiliki pacar seperti dia yang selama ini aku idam-idamkan dan sekarang aku ingin membalas SMS-nya dalam 72 karakter saja….!. tak lama kemudian terdengar suara lagu “Telephone-Lady Gaga” dari hapeku nampak sebuah tulisan Ka Raka menelephone. Tanganku bergemetar dan mulai basah. Rasanya dada ini sedang berlomba lari 100 meter dengan kecepatan maksimal.
“asalamualaikum, sapa ka Raka dengan suara mendesis”
“waalaikumsaaall,” dih kok mati?
Ternyata baterai hapeku sudah menunjukan low beat sedari tadi. SIAL!!. Pulsaku habis lalu hapeku mati? Kenapa lagi ini ? Padahal aku hanya ingin menjawab pertanyaannya dengan satu kata “YA” !... dan sekarang cerita cintaku berujung di dalam telepon ?(*)
Komentar